you really my sadness
Wednesday, October 20, 2010 at
8:12pm
Edit - Delete
Terakhir kali liad dy entah 2-3 bulan yg lalu,aku masi ingat semua tentangnya.. Dulu dy tampan, rapi, bersih tak ada gurat2 kesedihan atw tanda2 penuaan yg berarti di kala itu. Badannya berisi, tegap dan rambutnya pendek. Aku ingat tawa candanya, diamnya bahkan marahnya. Dulu di matanya ada sinar kehidupan..
kembali aku menatapnya satu jam lalu, kurus, ompong, kucel, dan gondrong. Sinar matanya redup, terlihat beban yg amat besar di sana. Walopun terlihat tegar, aku tau hatinya pilu, merindu. Senyumnya masi sama, tapi hampa. Dy terlihat tua, meski masi ada sisa2 ketampanannya. Dan aku tahu, knpa kami (anak2nya) punya wajah yg lumayan enak dpandang.. *sdkt narsis,maaf*
aku masi mengingatnya sbg ayahku, org yg menjadikanku ada di sini. Aku mengenangnya sbg ayahku, yg sayang pada keluarganya. Aku merindunya.. T.T
entah, aku ga tw apa yg akan aku bicarakan dgnnya, aku hanya bisa mencoba menatapnya, ingin aku memeluknya tapi tak sanggup, sayang sekali pertemuan kali ini harus di sapa oleh air mata..
banyak yg ingin aku bicarakan padanya, tentang hidupku, tentang pacarku, tentang adik2ku dan segala yg terjadi. Tapi lidahku kelu. Semua hilang tak bersisa..
sore ini hanya sekilas pengobat rindu, dan air mataku terus tumpah. Sampai aku kembali pisah.. Tuhan,, kalau bole memilih, aku ga mau jadi dewasa, ga mau jadi besar, aku ingin dy ada di hidupku, selalu.. Tuhan, beri dy kesehatan, lindungi dy, biarkan dy kembali, tunjukkan dy jalanMu.. Tuhan, Kau Maha Tahu, aku merindunnya setengah mati.. imissu daddy,, allways...
i know it neva be normal again, its your choice, but please.. Comeback, comeback for me.. I still need you.. I love you dad..
Comment - Unlike
You and Ghesankz Putra Perdana
like this.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar